MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Upaya penguatan industri kerajinan lokal di Kabupaten Tulungagung kembali memasuki babak penting. Ketua Dekranasda Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Dra. Endang Dwi Retnowati, resmi mengukuhkan Pengurus Dekranasda periode 2025–2030 dalam acara yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (5/12/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tulungagung siap melahirkan produk kerajinan unggulan yang mampu berbicara di pasar nasional hingga global.

Pada momen yang dihadiri Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Wakil Bupati, H. Ahmad Baharudin, S.M., jajaran OPD, camat se-kabupaten, hingga pelaku industri kreatif itu, Ketua Dekranasda menegaskan bahwa keberadaan Dekranasda bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan motor penggerak kebangkitan ekonomi kreatif daerah.
Dekranasda Tegaskan Lima Misi Besar Pengembangan Kerajinan
Endang memaparkan, Dekranasda memiliki mandat strategis untuk menggali dan melestarikan warisan budaya bangsa, termasuk nilai seni dan keterampilan lokal. Menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seni kerajinan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, kata Endang, juga memperjuangkan kepentingan perajin, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan. Mendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan industri kerajinan dan peningkatan kualitas SDM, dan memperluas pasar produk kerajinan, agar mampu bersaing di era permintaan global.
“Visi kita jelas yakni Dekranasda menjadi wadah pengembangan kerajinan unggulan Tulungagung yang berkualitas. Semua program harus bergerak ke arah itu,” tegasnya.
Tulungagung, Gudangnya Kerajinan: Batik, Bordir, Onyx, Kulit hingga Logam
Dalam sambutannya, Endang menegaskan bahwa Tulungagung memiliki kekayaan kerajinan yang sudah diakui secara nasional. Mulai dari batik, bordir, kerajinan kulit, batu onyx, hingga logam seluruhnya memiliki potensi pasar yang besar bila dikemas dalam desain modern dan promosi berkelanjutan.
Melalui program pelatihan, pembinaan, hingga partisipasi dalam berbagai pameran lokal dan nasional, Dekranasda terus mendorong para perajin naik kelas. “Dampaknya sudah terlihat. Kesejahteraan meningkat, kualitas produk naik, dan identitas budaya tetap terjaga,” ujarnya.
Showroom Dekranasda Jadi Etalase Utama Produk IKM Tulungagung
Endang juga menekankan pentingnya Showroom Dekranasda sebagai pusat promosi dan pemasaran produk IKM se-Tulungagung. Ruang pamer tersebut menjadi rumah bagi berbagai produk unggulan untuk menarik wisatawan, pembeli lokal, maupun buyer luar daerah.
Ia kembali meminta dukungan dari seluruh OPD terkait untuk memperluas jangkauan promosi. “Arahkan wisatawan, tamu daerah, hingga buyer yang berkunjung ke Tulungagung agar datang ke showroom. Ini bagian dari ekosistem pemasaran yang harus kita bangun bersama,” tuturnya.
Ajakan Kolaborasi untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Menutup sambutannya, Ketua Dekranasda mengajak seluruh pengurus dan pemangku kepentingan untuk bekerja bersama dalam mengembangkan kerajinan tradisional Tulungagung agar mampu bersaing dalam industri modern.
“Mari kita berkomitmen menjalankan tugas ini dengan sungguh-sungguh, demi keberlanjutan kerajinan lokal dan peningkatan kesejahteraan perajin,” pungkasnya.
Dengan pengukuhan pengurus baru ini, Dekranasda Tulungagung menegaskan langkahnya: bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi mendorong produk kerajinan lokal tampil sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar global. Kolaborasi lintas sektor kini menjadi kunci, dan Tulungagung siap bergerak lebih cepat.














