Lapas Kayuagung Tegaskan Cabut Hak Remisi Bagi Napi Nakal

  • Whatsapp
Pemusnahan barang sitaan yang ditemukan di dalam Lapas Kayuagung OKI Sumsel (Rachmat Sutjipto / Mattanews.co)
Pemusnahan barang sitaan yang ditemukan di dalam Lapas Kayuagung OKI Sumsel (Rachmat Sutjipto / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, OGAN KOMERING ILIR – Sejumlah jajaran di lembaga pemasyarakatan (lapas) di lingkungan Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham) Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) , menegaskan pihaknya tidak mentolerir hukuman bagi warga binaan yang kedapatan menyelundupkan barang-barang terlarang masuk ke dalam sel.

Bacaan Lainnya

Sanksi dari pelanggaran ini sendiri, yakni dicabutnya hak napi memperoleh remisi asimilasi serta pengurangan hukuman lainnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Indro Purwoko menginginkan, kegiatan tersebut bukan hanya seremoni saja.

Dalam mewujudkan hal itu, bukan hanya memerlukan komitmen pimpinan dan pegawai. Tapi lebih dari menciptakan budaya berintegritas ke segenap warga binaan beserta keluarga napi,

“Proses ini tidak sebentar, dibutuhkan komitmen bersama. Termasuk mendukung tiap ULP menggelar razia. Karena memang barang ini tidak boleh ada di dalam sel napi. Siap-siap mereka yang kedapatan memiliki barang ini akan dikenakan sanksi tegas,” ucapnya, di sela pemusnahan barang sitaan, serta acara Deklarasi Janji Kinerja Pencanangan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Unit Pelaksana Teknis pada jajaran Kanwil Kemenkumham Sumsel, Selasa (23/2/2021).

Kepala Lapas Kelas IIB Kayuagung OKI Sumsel Reza Mediansyah menyikapi hasil razia petugas dari berbagai ULP, yakni beberapa unit telepon seluler berbagai merek.

Menurutnya, keberadaan ponsel diakui sebagai sarana penghubung bagi napi dalam menuntaskan kerinduan terhadap keluarga. Yang mana merupakan pembinaan secara humanis, yang dilakukan pihak lapas.

Namun ia mengatakan, perlu aturan ketat penggunaan perangkat komunikasi, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan diluar ketentuan.

“Selama ini memang untuk penggunaan ponsel dilarang bagi tiap napi. Untuk itu memudahkan komunikasi pihaknya, sudah menyiapkan warung telepon dan layanan video call bagi para napi,” katanya.

Reza Mediansyah juga mengapresiasikan sejumlah razia yang dilakukan petugas, dan tidak ditemukan narkoba di dalam lapas.

Kendati demikian, dia meminta untuk tetap siaga penuh dalam memperketat peredaran narkoba, karena umumnya napi yang berada di lapas berasal dari kasus narkoba,

“Meskipun saat ini napi memiliki narkoba tidak ditemukan, namun kami tidak boleh lengah. Razia akan terus digelar. Bahan diperketat dengan melibatkan pihak Polres dan BNNK,” katanya di OKI Sumsel.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait