HUKUM & KRIMINAL

Mengancam Perekonomian, 11 Pemalak Meresahkan Warga Ditangkapi Polisi

×

Mengancam Perekonomian, 11 Pemalak Meresahkan Warga Ditangkapi Polisi

Sebarkan artikel ini

Reporter : Selfy

PALEMBANG, Mattanews.co – Viralnya beberapa aksi pemerasan di kota Palembang cukup menarik perhatian warga, khususnya menjadi momok para sopir ketika melintas di jalan protokol. Dari itu, Team Satgas Saiber Pungli Polrestabes Palembang melakukan razia di Simpang Macan Lindungan Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Alhasil, 11 tersangka diamankan karena tertangkap tangan memeras para sopir, Kamis (12/11/2020).

“11 tersangka ini termasuk pemalak yang meresahkan masyarakat, khususnya para sopir. Dalam aksinya, mereka acap kali menakuti korbannya dengan senjata tajam, jika tidak dipenuhi permintaannya. Sebagai bukti pelengkap, beberapa vidio yang viral merekam aksinya, kala memeras korbannya yang sedang melintas di jalan jantung Kota Palembang,” papar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim, Kompol Edi Rahmat, saat press release.

 

Dikatakan Kombes Pol Anom, para tersangka ini akan segera diperiksa urine, karena biasanya para pelaku menggunakan hasilnya untuk konsumsi narkoba.

“Dari 11 tersangka ini, delapan orang masih dibawah umur. Nantinya, kita akan periksa urine mereka masing-masing. Dari para tersangka, kita turut menyita sejumlah uang, gitar dan senjata tajam jenis pisau,” jelasnya.

Perlu diketahui, para tersangka yang diamankan, merupakan atensi Kapolda Sumsel.

“Mereka ini mengancam roda perekonomian kota Palembang, sebab ulah mereka cukup meresahkan, apalagi vidionya viral di beberapa media sosial. Kita akan jerat mereka dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan ancamannya sembilan tahun penjara. Selain itu, kita juga ada lapiskan dengan Undang Undang Darurat, karena membawa senjata tajam,” tukasnya.

Salah satu pemalak yang ditangkap, Alem (55) warga Jalan Ki Merogan Kecamatan Kertapati mengaku, menggunakan uangnya untuk makan sehari-hari.

“Saya tiap hari jaga di terminal Karyajaya pak. Saya tidak setor kemana-mana, melainkan makan sendiri. Satu grup, isinya kami bertiga dan uang hasil kerja kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Editor : Selfy