MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Pimpinan Panitia khusus (Pansus) III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung H. Fuad Ashari menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penguatan Pendidikan Karakter akan rampung pada akhir November 2022.
Hal ini, disampaikan seusai menggelar hearing tentang Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter bertempat di lantai 2 Graha Wicaksana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung, Sabtu (12/11/2022).
“Saya apresiasi ternyata dalam hearing ini masukan dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang kita undang sangat bagus sekali. Dan, tentunya akan kita tuangkan dalam Perda yang sekarang sedang dibahas Pansus III,” ucap Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu dihadapan awak media.
Pada saat disinggung terkait rumusan dalam hearing tadi rancu antara pendidikan karakter dengan pendidikan agama, Pimpinan Pansus III menjawab secara lugas dan tegas.
“Kita sebetulnya dalam pembahasan ini lebih pada penguatan tentang penanaman nilai-nilai agama dan nilai-nilai Pancasila sekaligus adalah nilai-nilai budaya yang ada di Tulungagung yang secara teknis diatur dalam peraturan bupati (Perbup),” ujar Fuad.
Lebih lanjut Dia menambahkan dalam hearing Ranperda Penguatan Pendidikan Karakter ini melibatkan dari masyarakat dan stakeholder terkait.
“Kita libatkan dalam hearing ini sangat banyak diantaranya dari PCNU Tulungagung, ormas LDII, ormas Muhamadiyah, dan berbagai ormas kepemudaan. Selain itu, MKKS SD, SMP, SMA dan sederat, dan OSIS SMP maupun SMA sekaligus stakeholder terkait,” terangnya.
“Tujuan dari mereka kita undang ini biar mereka juga tahu, jika kebijakan itu sudah diberlakukan akan menyasar dari peserta didik tersebut,” imbuhnya.
Terkait finalisasi, lebih dalam Dia memaparkan saat ini masih dalam tahap pembahasan. Disamping itu, dari semua masukan masyarakat selanjutnya masih akan digodok dalam Pansus III.
“Kalau pada hari ini sudah disepakati bersama maka akan langsung kita finalisasi,” paparnya.
“Adanya permintaan Perbup, maka nanti akan diakomodir, nanti kita serahkan,” sambungnya.
“Kita hanya sebagai lembaga politik, namun demikian selaku legislatif tetap akan mendorong dan memberikan masukan agar Perbup itu menyasar dari keinginan audiens,” kata Fuad menambahkan.
Menurut Dia, segala masukan dalam hearing ini dirasa sudah cukup dan banyak sekali masukan. Disamping itu, akhirnya pihaknya mengetahui problem yang terjadi di masyarakat.
“Semua masukan itu kita akomodir,” jelasnya.
“Insya Allah, pada akhir November 2022 yakin selesai pembahasan Ranperda di masa sidang ini,” pungkasnya.














