MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Beberapa hari belakangan ini harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) disejumlah kios dan pom mini wilayah Putussibau dan sekitarnya mengalami kenaikan, dari yang biasa Rp 12.000-13.000 ribu menjadi Rp 14.000 bahkan Rp 15.000 rupiah.
Kenaikan BBM jenis pertalite tersebut dikeluhkan masyarakat, sementara informasi yang didapat dari masyarakat pemilik kios usaha BBM bahwa karena sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah SPBU di wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu.
Kepala Bagian Perekonomian, Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Budi Prasetyo, yang juga membawahi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Uncak Kapuas Mandiri Kapuas Hulu yang bergerak di penyaluran BBM mengakui bahwa adanya keterbatasan angkutan minyak ke daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Itu dikarenakan kemarau saat ini pengambilan BBM ke depot Sanggau otomatis memakan waktu lebih lama dan biaya operasional angkutan bertambah,” ujar Budi saat dikonfirmasi Mattanews.co. Rabu (30 Juli 2025)
Budi menyebutkan , dari 4 SPBU yang ada di Kota Putussibau, 1 SPBU milik BUMD Pemkab Kapuas hulu yang masih tetap buka tiap hari selain hari minggu.
“Sedangkan 3 SPBU yang lain hanya buka 2 hari dalam seminggu dan selang seling. Ini yang menyebabkan pasokan BBM di Putussibau berkurang dan harga di eceran naik hingga 15rb/liter,” terang Budi.
Untuk itu Budi menghimbau juga kepada pemilik kios agar tidak menaikan harga eceran BBM terlalu tinggi, karena ini tentu menyulitkan masyarakat yang kesehariannya membutuhkan BBM.















