[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dimulainya Pelajaran Tatap Muka (PTM) pertama di SD Negeri 78 Palembang, disambut sukacita murid dan walinya. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, murid harus melewati pemeriksaan suhu, Senin (6/9/2021).
“Ya, selama pandemi ini, anak-anak belajar secara daring. Disini kita mengalami kesulitan untuk mengetahui perkembangan pendidikan anak. Karena kebanyakan tugas yang diberikan guru kepada murid, dikerjakan orang tua. Selain itu, psikologis dan komunikasi anak lebih terbentuk jika sekolah. Alhamdullilah, kali ini dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan tertib dan lancar, meski semua dibatasi, baik murid maupun waktu pembelajaran,” ungkap Kepala Sekolah SD Negeri 78 Palembang, Rukmilyuli, kepada wartawan media online ini.

Kepala Sekolah SD Negeri 78 Palembang menjelaskan, teknis pembelajaran dibagi menjadi dua sesi dan dua kali pertemuan dalam satu minggu.
“Untuk satu kelas kita bagi menjadi dua sesi dan dalam satu minggu dua kali pertemuan. Tak hanya dibatasi jumlah murid, tapi waktu belajar pun dibatasi, belajar hanya berlangsung satu sampai dua jam saja. Namun, yang kita selalu tekankan, seluruh murid untuk tidak melepas masker dan sebelum masuk kelas, diharuskan cuci tangan dan cek suhu terlebih dahulu,” ujar Rukmilyuli.

Rukmilyuli ini menambahkan, sebelum dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah melalui rapat komite, guru dan wali murid.
“Kita sudah koordinasikan dengan komite, guru dan wali murid, hingga wali murid sepakat untuk menyerahkan kembali kepercayaan pendidikan anaknya kepada kami (guru), tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani orang tua (wali murid-red). Alhamdullilah, untuk pembelajaran tatap muka kali ini berjalan lancar,” terangnya.

Meski ada sedikit kendala dari wali murid ketika masuk dalam areal sekolah, lanjut Kepala Sekolah SD Negeri 78 Palembang ini, namun berhasil diyakinkan wali kelasnya.
“Memang ada satu dua wali yang sempat memaksa masuk untuk mendampingi anaknya belajar, tapi setelah diyakinkan wali kelasnya, akhirnya mereka mengerti dan paham,” urainya.
Salah satu wali murid klas 5, Ida menjelaskan dirinya sangat senang, anaknya mulai sekolah lagi.
“Tentu senang anak mulai sekolah lagi, karena sejak pandemi covid ini, pendidikan anak kurang terawasi. Selain itu, psikologi anakpun kurang, mereka tidak saling kenal dengan teman sekelasnya, bahkan cendrung tidak lepas dari hanphone,” tukasnya.














