Reporter : Irwan
Muba, Mattanews.co – Pemerintah Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus corona, mulai dari membangun pos pemantau dan ikut mensosialisasikan surat edaran Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin serta maklumat Kapolri.
Kepala Desa Langkap, Jiko Mitrojoyo saat diwawancarai oleh Mattanews.co di kantornya, mengatakan saat ini 4 pos pemantau telah dibangun di 4 dusun untuk berupaya memutuskan mata rantai penularan virus corona.
“Ada 4 pos pemantau telah didirikan untuk berupaya memutuskan mata rantai covid-19 ini, diantaranya pos 1 berada di dusun 1, pos 2 berada di dusun 3 bekerjasama dengan dusun 6 desa Babat, pos 3 berada di dusun 4, dan pos 4 berada di dusun 5 kampung Rawa Rompok,” ujarnya, Rabu (03/06/2020).
“Jadi setiap warga yang keluar masuk desa kita diperiksa suhu tubuhnya,” tambahnya.
Selain itu, kata Jiko, pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan BLT dari Dana Desa (DD) telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.
“Pembagian BLT baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan BLT dari Dana Desa (DD) sudah dibagikan beberapa waktu lalu dengan suasana kondusif, dan saat ini akan dibagikan tahap ke 2 BLT yang bersumber dari DD,” jelasnya.
“Saya Kepala Desa Langkap atas nama pemerintah daerah Kabupaten Musi Banyuasin menghimbau khususnya masyarakat desa Langkap untuk tetap patuhi aturan protokol kesehatan, mulai dari menjaga pola hidup sehat, jika tidak penting jangan keluar rumah, memakai masker kalau keluar rumah, serta mencuci tangan memakai sabun. Selain itu, kita juga ikut mensosialisasikan edaran pak Bupati H Dodi Reza Alex Noerdin serta maklumat Kapolri dan masyarakatpun mengerti dan mematuhi nya,” pungkasnya.
Editor: Fly














