Sidang Korupsi Lahan Kuburan di OKU, Ini Bantahan Johan Anuar

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Wakil Bupati (Wabup) Ogan Komering Ulu (OKI) nonaktif Johan Anuar, terduga korupsi pengadaan lahan tanah kuburan, kembali sidang Tipikor Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (6/4/2021).

Dalam sidang tersebut, Johan Anuar membantah, jika dirinya mengikuti rapat penetapan anggaran dana pengadaan lahan kuburan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Johan Anuar, saat persidangan secara langsung dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di ruang sidang

Di hadapan Majelis Hakim, Johan Anuar menyatakan baru mengetahui, bahwa anggaran dana pengadaan lahan kuburan tersebut sekitar Rp6 miliar.

“Saya baru tahu anggaran dana tersebut setelah melihat dokumen, bukan secara langsung,” ujar Johan, saat ditanya oleh Hakim Ketua Erma di persidangan.

Karena saat rapat antara legislatif dan eksekutif, dia mengaku sedang ada kegiatan di luar kota.

Johan juga mengatakan, bahwa pembahasan anggaran dana pengadaan lahan kuburan itu berlangsung selama satu minggu, tidak bisa dalam satu hari.

Karena menurutnya, dalam rapat tersebut membahas APBD dan Banggar secara menyeluruh.

Selama satu minggu tersebut, dia mengaku tidak mengikuti pembahasan terkait dana, maupun dokumen dalam pengadaan lahan kuburan tersebut.

“Saya tidak mengikuti pembahasan soal itu Bu Hakim dan itu kewenangan Pemda,” ujarnya.

Menyikapi pernyataan Johan Anuar yang membantah semua pertanyaan.

Hakim Ketua pun mempertanyakan fungsi Johan Anuar pada saat itu.

“Kami hanya mengawasi anggaran dana secara menyeluruh, bukan hanya anggaran dana TPU saja Bu Hakim,” lanjut Johan Anuar.

Sementara itu, anggota Majelis Hakim, Abu Hanifah, memberikan pertanyaan kepada terdakwa Johan Anuar.

Yang mana terkait adanya statement saksi, yang menyampaikan bahwa status tanah bermasalah dan terjadi penurunan.

“Tidak ada permasalahan dan tidak ada tanah yang turun dan saya bertanggung jawab atas permasalahan tanah,” ujar Johan.

Abu Hanifah juga memberi pertanyaan terhadap terdakwa, terkait ada indikasi terdakwa pasang badan atau ada kepentingan tertentu.

Karena menurut majelis hakim, sudah beberapa saksi mengatakan bahwa ada kemiringan pada tanah tersebut dan pernah terjadi sengketa pada lahan tanah.

Dengan sigap terdakwa Johan Anuar langsung menyatakan, jika dirinya tidak ada kepentingan pada pengadaan lahan kuburan tersebut. Bahkan dia tidak mengetahui, bahwa adanya sengketa pada tanah.

Terdakwa Johan Anuar mengaku tidak menerima pesan dari Hidirman, terkait pemilik tanah lahan kuburan OKU.

Yang mana menyatakan bahwa surat tanah tersebut milik Khaidirman, serta pembayaran tanah tersebut berasal dari dirinya.

“Saya tidak pernah menerima pesan dari pak Hidirman terkait hal itu Pak Hakim dan saya tidak pernah menunjuk panitia, maupun proposal tentang tanah TPU,” ucapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait