BERITA TERKINI

Bakso Juragan Kembali Buka Cabang di Sukarami

×

Bakso Juragan Kembali Buka Cabang di Sukarami

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co- Bakso juragan mengelar Grand opening salah satu cabang yang kembali buka di wilayah Sukarami Palembang. Palembang tak berhenti menimbulkan kuliner baru baik bagi pendatang maupun warganya sendiri. Bakso juragan diharapkan juga dapat bersaing ditengah masa pandemi ini dimana saat ini ekonomi mikro masih merangkak naik.

“Kami memilih nama juragan sendiri karena identik dengan nama Indonesia. Meskipun namanya juragan tapi menu disini cukup terjangkau,” kata CO Bakso Juragan Ahmad Alfarizi saat ditanyai usai membuka kegiatan di outletnya jalan Perindustrian Satu Sukarami Palembang Minggu (25/10).

Lebih jauh ia mengatakan, harga bakso yang dijual disini mulai dari harga Rp15.000 sampai RP50.000, harga ini merupakan harga pasaran di Palembang. Menu andalan adalah bakso larva yang dibandrol dengan harga Rp33.000 dan bakso lobster dengan harga RP50.000 an saja.

Saat ini jumlah porsi yang telah dijual perharinya mencapai 200 sampai 300 porsi. Sebab saat ini masih masa pandemi dimana ekonomi masyarakat masih belum stabil. Harapannya pada saatnya nanti pengunjung di sini bisa menghabiskan 500 sampai 1000 porsi perharinya.

“Omset kita saat pandemi lalu turun sampai 50% perharinya. Saat beberapa waktu lalu sudah mulai stabil dan diharapkan bisa kembali normal,” harapnya.

Sementara itu Ketua PHRI Sumsel  Herlan Asfiudin mengatakan, dirinya bersyukur sempat dimasa pandemi ini masih banyak UMKM berdiri. Meskipun ada juga beberapa UMKM yang tidak bertahan. Dimana UMKM sendiri merupakan sumber PAD. Serta menciptakan lapangan pekerjaan di masyarakat. Tentu saja hal ini sedikit meringankan beban pemerintah dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Saat ini perekonomian Palembang dapat tertolong dengan adanya jalan tol. Jadi akses dari pulau Jawa ke kota ini hanya beberapa jam saja. Dimana saat pandemi terjadi akses di bandara bisa dikatakan lumpuh total.

“Saya berharap agar pelaku UMKM sendiri tidak dikenakan pajak selama 6 bulan sampai satu tahun kedepan. Saya juga berharap agar pemerintah bisa terus mendukung UMKM agar dapat bertahan terutama saat masa pandemi ini,” harapnya.

Editor : Chitet