MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengadakan diskusi internal di auditorium setempat pada Jumat (12/1/2024).
Dalam rilisnya, Ketua BEM STAI Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung, Nanda Putri Izza Rahmadania, menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan respons terhadap aksi mahasiswa yang menyebarkan selebaran ‘Tolak Pelanggar HAM dan Politik Dinasti’ di 800 kampus di 35 Provinsi, termasuk di Kabupaten Tulungagung.
“Seruan kami untuk menolak kampanye hitam dan penyebaran kabar hoaks selama masa kampanye Pemilu 2024. Mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dengan pemungutan suara pada 14 Februari 2024,” ucapnya.
Nanda menyoroti dampak kampanye hitam terhadap kualitas demokrasi di Indonesia, baik melalui penyebaran berita bohong maupun opini tanpa dasar fakta.
Dia mengingatkan potensi ancaman terhadap keamanan penyelenggaraan Pemilu 2024 dan reaksi berlebihan dari tim pasangan calon (Paslon) yang diserang, menciptakan potensi gesekan antar massa pendukung Paslon.
Praktik kampanye hitam dinilainya merugikan semua pihak yang menjadi target black campaign. Masyarakat awam, terutama yang mudah terpengaruh opini tanpa validasi, diingatkan akan pengaruhnya dalam pemilihan saat Pemilu tiba.
Dia menekankan tanggung jawab bersama menjaga situasi kondusif di tengah tahun politik. Kampanye hitam, jika dibiarkan, berpotensi menimbulkan kerusuhan dan gangguan keamanan.
Sebagai kaum intelektual, Nanda menyoroti peran mahasiswa dalam melawan kampanye hitam. Dia menekankan perlunya memerangi narasi provokatif dan penyesatan pemilih dengan pendekatan kritis, termasuk melalui media sosial.
Nanda juga menyampaikan informasi bahwa KPU RI telah menetapkan peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, yaitu pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
“Dengan adanya diskusi ini, BEM STAI Muhammadiyah Kabupaten Tulungagung berharap dapat memberikan kontribusi positif, dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi di tengah masyarakat, terutama menjelang Pemilu 2024,” tutupnya. (*/ Ferry Kaligis)














