Janjian Bertemu Penggemarnya, Penyiar Radio di Martapura Malah Dibegal

  • Whatsapp
Penyiar radio tersebut bernama Joni Ariandi (42) menjadi korban begal sepeda motor di Martapura OKU Timur Sumsel (Nasir / Mattanews.co)
Penyiar radio tersebut bernama Joni Ariandi (42) menjadi korban begal sepeda motor di Martapura OKU Timur Sumsel (Nasir / Mattanews.co)

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Kawanan perampok sepeda motor yang lazim disebut begal, kembali beraksi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut dialami Joni Ariandi (42), salah satu penyiar radio di stasiun radio di Martapura Kabupaten OKU Timur.

Awalnya, korban yang merupakan warga Desa Kota Baru Barat Kecamatan Martapura selesai siaran di kantornya, pada hari Senin (24/11/2020), sekitar pukul 23.00 WIB.

Tiba-tiba ada yang menelepon korban dan mengaku sebagai salah satu penggemarnya. Selain ingin bertemu dengannya, pelaku juga menawarkan satu unit ponsel untuk dijualnya.

Tanpa ada perasaan curiga, korban bersedia menemui penggemarnya di Desa Banuayu Martapura OKU Timur Sumsel.

Saat sampai di lokasi, Jon bertemu dengan perempuan yang mengenalkan diri bernama Hama. Perempuan tersebut lalu mengajak Jon, untuk mampir ke rumahnya dan menawarkan minum kopi, pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Karena mengaku tidak membawa kendaraan, aku bonceng Hama ke rumahnya tanpa rasa curiga. Tapi di tengah jalan ketika melewati area perkebunan karet di Desa Bantan Pelita Kecamatan BP Peliung, tiba tiba kami di hadang dua orang pria tak dikenal,” katanya, Rabu (25/11/2020).

Kedua pria tersebut langsung mengancam korban, dengan menodongkan senjata tajam (sajam). Para pelaku lalu mengambil paksa sepeda motor, ponsel, tas dan dompetnya.

Karena merasa jiwanya terancam, korban akhirnya menyerahkan barang berharganya ke para pelaku. Ternyata Hama yang diboncengnya, merupakan komplotan dari begal tersebut. Pelaku Hama dengan santai membawa kabur sepeda motor korban.

Setelah semua barang berharganya diambil, kedua pelaku pria tersebut malah akan menganiaya Jon dengan sajam jenis pisau tersebut. Perkelahian pun tak terhindarkan.

“Saya sudah minta ampun, tetapi dua pelaku yang memegang sajam itu terus menyerang. Saya langsung berlari menyelamatkan diri dan meminta tolong ke warga sekitar,” katanya.

Akhirnya ada salah satu warga yang menolong, setelah melihat korban berlari sembari berteriak meminta tolong.

Korban pun berlari sekitar satu kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan diantar warga ke Polsek BP Peliung untuk membuat laporan polisi.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait