BERITA TERKINI

Nyaris Ricuh Saat DPRD Prabumulih Tinjau Lokasi Tapal Batas

×

Nyaris Ricuh Saat DPRD Prabumulih Tinjau Lokasi Tapal Batas

Sebarkan artikel ini

Reporter: Andre Bara

PRABUMULIH, Mattanews.co – Polemik tapal batas Kota Prabumulih dengan Kabupaten Muara Enim Sumsel, tepatnya diwilayah Desa Gunung Raja dengan Kelurahan Gunung Kemala Prabumulih masih belum mendapatkan titik temu atas batas dua daerah yang bersiteru.

Melalui LSM Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) dan LSM Gerakan Rakyat Untuk Daerah (GARUDA) dengan beberapa tokoh tokoh pelaku sejarah dari Gunung Kemala bersikukuh untuk mempertahankan batas wilayah yang diklim masih berada di dalam peta pemerintahan Kota Prabumulih yang pada itu masih menjadi Kota Administratif (Kotif) kabupaten Muara Enim.

Atas permasalahan ini, Komisi I DPRD Kota Prabumulih melakukan Peninjauan ke lokasi Tapal Batas Prabumulih – Muara Enim, Sabtu (22/8/2020) pukul 10:00 WIB.

Agenda kerja para Dewan ini merupakan tindak lanjut dari audensi dua lembaga masyarakat APM dan Garuda pada beberapa waktu yang lalu ke kantor DPRD Prabumulih kamis 13 agustus 2020, mengenai kemunduran tapal batas.

Dalam peninjauan yang yang dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Prabumulih Sutarno, Ketua Komisi 1 Heri Gustiwan dan seluruh anggota Komisi I yang membidangi masalah Pendidikan dan Kemasyarakatan.

Sementara dari pihak Pemkot Prabumulih hadir, Asisten 1 Aris Priadi beserta perangkat Kecamatan Prabumulih Barat dan Kelurahan yang disaksikan ratusan warga dari berbagai daerah di Kota Prabumulih, khususnya masyarakat Gunung Kemala.

Taufik, Salah satu warga yang sempat dibincangi mattanews.co menyatakan sikap kepedulian dan ingin tau secara langsung letak letak patok dari batas wilayah.

“Sebagai warga sini,aku merasa terpanggil dan ingin menyaksikan langsung kunjungan para Wakil kami (Dprd) dan Aparat Pemerintah Kota,” ucapnya pada wartawan.

Dalam kunjungan tersebut sempat diwarnai kericuhan adu mulut dengan masyarakat setempat namun suasana dapat dikendalikan oleh petugas dari Polres Prabumulih yang berjaga.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya Melalui Kasat Intelkam AKP. Aan Sumardi yang ditugaskan dilapangan menjelaskan gesekan yang hampir terjadi,

“Iya tadi situasinya sempat memanas,adu argumen lah mereka saat dilapangan tadi, tapi semuanya bisa menahan diri dan meredam emosinya masing masing, Alhamdulillah situasi aman dan lancar,” jelas AKP Aan.

Kembali pada masyarakat Kota Prabumulih melalui lembaga APM dan Forum Garuda meminta pemerintah segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera diselesaikan karena menurutnya Kota Prabumulih telah mengalami pergeseran sekitar 3 KM dari patok batas terdahulu di yakni Penegasan Tapal Batas (Patok) Marga yang dipasang sekitar tahun 1921 yang terletak di Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala

Tim peninjauan kembali memeriksa patok zaman Kota Adminitratif (Kotif) yang dipasang tak jauh dari patok Marga yang dipasang sekira tahun 1988, hal itu menurut warga sekitar tidak menggeser batas wilayah lama

Warga bersama tim Komisi I DPRD Kota Prabumulih kembali menyisir Patok Tapal Batas Muara Enim yang telah tertanam diwilayah Kota Prabumulih jauh menggeser sekitar 3 Km dari patok lama

Tim peninjauan kembali menemukan lobang bekas Batas wilayah Prabumulih dengan Muara Enim yang sudah dilepas yang diklaim tanah tersebut merupakan wilayah Prabumulih

“Kami minta Pemerintah melalui Komisi I DPRD Kota Prabumulih untuk segera menindak lanjuti dan berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk segera dilakukan peninjauan ulang” ungkap Adi Susanto ketua APM.

Masih kata Santon sapaan akrabnya itu mengatakan pihaknya memiliki Bukti tertulis berdasakan peta Kotif yang masih tersimpan dan saksi sejarah turut menjadi saksi dalam peninjauan tim komisi 1.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Sutarno mengatakan kepada media ini usai penijauan ke lokasi.

“Kita sudah tinjau kelokasi dan sudah melihat langsung bersama sejumlah ahli sejarah diwilayah tersebut” jelasnya.

“Kita akan segera melakukan kordinasi dengan Pemerintah Provinsi,” tutup Sutarno.

Editor: Fly