Petani Gagal Panen, Harga Cabai Rawit Meroket di Pasaran

  • Whatsapp
Cabe di pasar Tasikmalaya meroket
Cabe di pasar Tasikmalaya meroket

Reporter : Gian

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, TASIKMALAYA – Harga cabai rawit mengalami kenaikan harga yang cukup memprihatinkan. Lebih dari 20 persen kenaikan harga di pasaran terjadi di beberapa pasar sayuran di Kota Tasikmalaya, Jum’at (8/1/2020). Kenaikan itu terjadi sejak pertengahan Desember 2020 hingga saat ini.

Berdasarkan penelusuran wartawan online di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, harga cabai yaitu Rp 70.000/kilogram untuk cabai merah caplak. Awalnya harga cabai jenis caplak Rp 40.000/kilogram.

Berikutnya, harga cabai rawit domba Rp 75.000/kilogram sampai Rp 80.000/kilogram yang awalnya harganya Rp 50.000/kilogram. Sedangkan untuk cabai caplak merah Rp 55.000/kilogram yang awalnya hanya Rp 40.000/kilogram.

Tono (37) seorang pedagang di kios sayuran di pasar cikurubuk mengungkapkan bahwa salah satu pengaruh kenaikan harga cabai lantaran para petani mengalami gagal panen.

“Ya sudah beberapa pekan para pemasok mengeluh terkait kelangkaan cabai rawit yang diduga para petani mengalami gagal panen karena cuaca buruk,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Enung Nurteti menuturkan, informasi yang pihaknya terima bahwa kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak dua minggu lalu sejak persiapan masuk tahun baru.

“Kita ketahui bahwa ntuk penyebab kenaikan harga karena cuaca buruk dan musim hujan yang tak kunjung berhenti,” kata dia

Kenaikan harga cabai, jelas Enung, diprediksi akan berlangsung sampai akhir musim penghujan, mengingat cabai akan mudah membusuk.

“Stok aman hanya saja tidak melimpah seperti sebelumnya, dan tentunya akan berimbas kepada naiknya harga,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait