NUSANTARA

Rusak Parah, Jalan Penghubung Lingkungan Sese Menuju Tambayako Diabaikan Pemerintah

×

Rusak Parah, Jalan Penghubung Lingkungan Sese Menuju Tambayako Diabaikan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Reporter : Edo

Sulawesi Barat, Mattanews.co Untuk kesekian kalinya, warga lingkungan Sese Kelurahan Rangas Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menyoroti Akses jalan penghubung LingkunganTambayako menuju Lingkungan Sese.

Jalan ini masih rusak dan hingga kini tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Mamuju.

Kasvan salah seorang warga lingkungan Sese menuturkan, jalan yang rusak sepanjang kurang lebih 2 Kilometer, tapi hanya mampu dikerjakan Pemda Mamuju sepanjang 100 meter. Itu pun hanya bagian yang rusak parah saja.

Jalan menuju Sese kian hari makin tambah rusak, apalagi waktu musim hujan seperti sekarang, pengikisan air sangat deras.

“Ini sama sekali tidak menyelesaikan masalah, karena jalanan tersebut sudah rusak selama bertahun-tahun tampa mendapat perhatian serius dari pemerintah,” katanya, Senin (3/2/2020).

“Saya khawatirnya, nanti jatuh korban baru ada perhatian. Yang aneh Pemda Mamuju di beberapa kecamatan dan desa itu mengucurkan dana Miliaran rupiah untuk pengerjaan infrastruktur,” ucapnya.

Kasvan menilai, janji Pemkab Mamuju yang katanya akan menuntaskan pengerjaan kses jalan Lingkungan Tambayako yang menghubungkan Lingkungan Sese di 2019 lalu, hanya pemanis buatan untuk meredam kekecewaan masyarakat.

Dia menanyakan mengapa jalan Lingkungan Sese yang dalam kota, seakan-akan Pemda Mamuju menutup mata.

Menurutnya, ini meresahkan warga Sese dan sekitarnya, karena akses jalan dari arah Lingkungan Tambayako ada beberapa lingkungan dan dusun yang melintasinya.

Seperti diberitakan sebelumnya akses jalan lingkungan sese, Di tahun 2019 hanya dikerjakan sepanjang 100 meter. Dengan kondisi rusak parah dan sudah viral di media sosial.

“Akses jalan poros lingkungan Tambayako menuju lingkungan Sese ini kan bukan cuma warga lingkungan Sese saja yang melewati jalan itu. Tapi ada beberapa lingkungan dan dusun yang melalui akses jalan itu,” ujarnya.

Bahkan lanjut Kasvan, ada pejabat yang dari kota memiliki kebun didalam dan juga beberapa pejabat daerah yang bermukim di beberapa lingkungan dan dusun.

Dimana, setiap pagi menggunakan jalan itu untuk menuju ke tempat kerjanya, pagi dan sore bahkan pulang kerja malam-malam.

“Saya menilai Pemerintah kurang peka terhadap warganya. Kurang perhatian, karena menurut saya akses jalan adalah salah satu kebutuhan pokok bagi Masyarakat. ketika Akses jalan itu sendiri yang rusak parah, pastinya akan berdampak terhadap kesenjangan sosial ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dia menilai, ini adalah masalah bagi warga yang ada di lingkungan sese dan sekitarnya. Padahal itu tidak jauh dari kota kabupaten dan provinsi.

Terlebih, jalan yang sudah bagus dianggarkan untuk diperbaiki, sedangkan ada jalan yang sama sekali rusak parah tapi tidak diperhatikan yang menjadi tanda tanya warga.

“Kami berharap semoga saja pemerintah memperhatikan kondisi jalan yang ada di Sese dan langsung diperbaiki secepatnya karena jangan sampai terjadi korban,” ucapnya.

Editor : Nefri