BERITA TERKINI

Sawit di MUBA Berpotensi Tinggi dan Akan Dibangun Pabrik Pengolahan Sawit

×

Sawit di MUBA Berpotensi Tinggi dan Akan Dibangun Pabrik Pengolahan Sawit

Sebarkan artikel ini

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Saat ini tingkat ekonomi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), relatif stabil. Kabupaten ini merupakan salah satu penghasil minyak. Tapi belakangan ini Sumber Daya Alam dibidang mineral semakin habis. Maka dari itu Kabupaten ini melirik sumber daya lain, seperti bidang pertanian seperti sawit dan karet. Sebab wilayah ini merupakan lahan basah dan gambut sehingga pertanian relatif sumber dikawasan seperti ini.

“Apabila lahan yang sudah ada diolah semakin baik. Serta dapat dimanfaatkan secara maksimal maka perekonomian MUBA semakin meningkat,” kata Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten MUBA Yusman Sriwanto ST saat membuka kegiatan Festival  Sembilang Merang Dangku (Semerdang), 2019 Musi Banyuasin (Muba), membangun kawasan industri melalui pendekatan lanskap ekologi dan budaya komoditi lestari di hotel Wyndham Palembang, Selasa (03/12/2019).

Ia melanjutkan, hendaknya lingkungan terutama sawit bisa dikelola tanpa harus merusak lingkungan. Dari sisi penghasilan masyarakat terbangun. Serta dari sisi lingkungan masyarakat dapat menikmati hasilnya dikemudian hari dengan pengelolaan yang ramah lingkungan. Saat ini daerah Sungai Lilin sudah menjadi contoh dalam pembangunan kawasan pertanian yang beberapa waktu lalu diresmikan secara langsung oleh Presiden RI.

“Saya berharap agar kegiatan ini dapat berjalan baik. Serta semua pihak yang berpartisipasi dapat bekerja dengan maksimal,” harapnya.

Sementara itu staf khusus Bupati MUBA Najib Asmani mengatakan, membuat pusat unggulan komoditi lestari di wilayah Kabupaten ini. Mengelola sumber komoditi terkomunikasikan sehingga antara produsen dan perusahaan tidak terlalu banyak rantai distribusi. Semua petugas atau pelaksanaan lapangan harus pro aktif dengan berbagai kualitas sebab sekarang sudah masuk era 4.0.  Produk yang disajikan harus terverifikasi dan tersertifikasi tentu dengan proteksi yang baik.

Punya histori dengan petani plasma. Nilai tambah karet dibuat aspal dan biosolar pada 2022 mendatang. Sebab akan masuk uji standar dan kelayakan dahulu. Harus bebas konflik dan restorasi lahan tersebut.

“Jika semua hal mengenai pengelolaan dan rantai distribusi serta hilirisasi hidup. Saya yakin masalah sawit dan karet akan dapat diatasi,” ucap dia.

Selain itu kepala Divisi UMKM Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Helmi mengatakan, telah bekerjasama dengan IPB untuk menguji lahan di MUBA apakah lantak dilakukan usaha hilirisasi. Mengenai pendanaan semua tersalurkan asal semua syarat sudah terpenuhi.

“Jikapun nanti berdiri pabrik maka bantuan bisa saja disalurkan. Kita akan lihat mekanisme seperti apa. Jika memang bisa dan tepat maka tentu saja bisa sebab BPDPKS sendiri untuk sawit dan dari sawit sendiri,” kata dia.

Senada juga disampaikan oleh kepala Dinas Perkebunan Kabupaten MUBA Iskandar, kebutuhan kita mecapai 30 ton dan 45 ton perjamnya. Dari hasil perhitungan dilapangan sawit di MUBA hanya bisa menampung sebanyak 10% saja dari total produksi. Tapi saat ini dengan cakupan lahan yang sama kualitas produk sawit meningkat dua kali lipat. Tak menutup kemungkinan nanti akan dibutuhkan bahan baku dari luar MUBA. Tentu saja dengan kualitas dan spesifikasi dari pabrik.

“Tenaga kerja tentu saja diutamakan dari anak petani lokal sendiri. Saya berharap pabrik pengolahan CPO ini segera ada. Jadi kita tidak perlu lagi mengimpor sebab bahan baku kita sendiri yang punya,” harapnya.

Editor : Anang