BERITA TERKINI

Usung Konsep Antimainstream, Calon Pengantin di Palembang Foto Prawedding Pakai Ular

×

Usung Konsep Antimainstream, Calon Pengantin di Palembang Foto Prawedding Pakai Ular

Sebarkan artikel ini
Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)
Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

 

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Biasanya sepasang kekasih yang melakukan foto prawedding, memakai konsep casual, traveling hingga panorama alam. Namun berbeda dengan Sadam Maulana dan Desti.

Calon pengantin di Palembang ini memilih mengusung foto prawedding, dengan konsep antimainstream.  Berlatarbelakang taman dan alam, Sadam dan Desti dengan berani berpose menggunakan properti empat ekor ular dengan jenis-jenis berbeda.

Sesi pemotretan berlangsung di area kompleks olahraga terpadu Jakabaring Sport City (JSC) Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Mengenakan jas berwarna hitam dengan kombinasi kemeja putih dan dasi merah, pakaian Sadam selaras dengan gaun merah yang digunakan Desti. Pakaian kedua lebih casual, dengan sama-sama mengenakan kemeja putih.

Berbagai pose ditampilkan pasangan kekasih ini, seperti melingkarkan ular di leher yang kian menambah kesan ekstrem.

“Ada empat jenis ular yang saya bawa, dua ekor ular jenis Boa Constrictor Imperator atau Boa Pembelit. Sementara tiga lainnya yaitu jenis Ular Sanca, Python Molurus dan Sanca Batik,” katanya, Kamis (18/3/2021).

 

Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)
Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)

 

Hanya saja, pada sesi foto pranikah tersebut, hanya dua ekor ular yang digunakan yaitu Ular Boa dan Python Molurus.

Diakui Sadam, ular yang dibawa merupakan peliharaannya dan sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia.

“Foto prewedding menjadi salah satu bagian terpenting sebelum prosesi pernikahan. Karena itu, saya ingin tampil beda dan unik,” ucap pria berusia 30 tahun ini.

Mengenai konsep foto prewedding dengan ular, Sadam terinspirasi oleh beberapa reptiler lain di Tanah Air. Untuk di Palembang, dia menjadi pasangan kedua yang memakai konsep serupa.

Sepengetahuannya, konsep foto prawedding pakai ular sudah pernah digelar oleh Ketua Sumsel Reptil Fuad Muhammad.

 

Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)
Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)

 

Sebagai seorang reptiler, Sadam mempunyai enam ekor ular peliharaan. Ular-ular yang dia pelihara ialah jenis Python dan Boa, dengan ukuran yang beragam.

Ada yang masih berukuran 70 sentimeter hingga yang terpanjang tiga meter. Semua ular yang dipelihara tidak berbisa.

Pria yang berprofesi sebagai jurnalis itu juga, mempunyai peliharaan hewan reptil lainnya, seperti Biawak Air atau Varanus Salvator dan Savannah Monitor atau Biawak Gurun.

“Saya juga pelihara biawak, saat ini baru ada tiga ekor,” ungkapnya.

Kecintaan Sadam terhadap hewan exotic, sebenarnya sangat bertolak belakang dengan Desti. Sadam terkesan nyaman dalam memperlakukan ular. Sedangkan Desti merasa takut di dekat ular.

 

Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)
Sadam dan Desti, calon pengantin di Palembang ini mengusung konsep foto prawedding menggunakan properti ular (Dok. Pribadi Sadam Maulana / Mattanews.co)

 

Namun dia percaya, Sadam yang akan menjadi suaminya sangat memahami karakter ilar tersebut. Meski masih merasa takut, namun wanita berusia 24 tahun itu tidak mempermasalahkan kecintaan calon suaminya terhadap ular. Bahkan perlahan dia juga akan mencoba memberanikan diri, agar ke depannya tidak lagi takut dengan ular.

“Dia (Sadam) sering mengedukasi saya tentang ular. Secara perlahan saya akan coba memberanikan diri,” ujar Desti.

Rasa takut juga turut dirasakan Heru, fotografer yang mengabadikan momen bersejarah pasangan ini. Heru mengungkapkan, sesi foto prewedding dengan ular merupakan pengalaman pertamanya.

“Sebelumnya tidak pernah. Ya jadi ini yang pertama. Awalnya agak-agak takut. Tapi ya saya percaya yang dibawa semuanya aman,” katanya.