Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Perlu dukungan aktif dari semua masyarakat dalam mewujudkannya.
Apalagi Palembang merupakan ruang tamu dari Provinsi Sumsel. Tentu kebersihan Palembang menjadi tolak ukur dari Provinsi ini.
“Mari masyarakat bersama wujudkan Palembang bersih. Akan lebih muda kami melakukannya jika masyarakat ikut dalam semua program kebersihan yang kami laksanakan,” kata Walikota Palembang H Harnojoyo SSos saat ditanyai di gedung BPK Sumsel, Selasa (03/09/2019).
Ia mengatakan bahwa Palembang merupakan ruang tamu atau wajah dari Sumsel. Jika Palembang bersih ini akan mencerminkan perilaku dari masyarakat Sumsel. Tentu dalam hal ini masyarakat harus aktif mendukungnya. Diberbagai kesempatan selalu ia sampaikan masalah kebersihan baik di sekolah saat safari subuh terutama saat kegiatan gotong royong tiap minggunya.
Lebih jauh ia berkata mengenai TPS liar pihaknya berharap agar masyarakat mau membuang ke TPS yang sudah disediakan. Ia mengakui keterbatasan dari DLHK sendiri mengenai TPS dan truk sampah. Tapi dalam waktu dekat akan di anggarkan penyediaan truk sampah.
“Sudah dianggarkan di APBD ini nantinya Armada akan ditambah menutupi kekurangan armada truk yang ada saat ini,” jelas dia.
Sementara itu, Lurah Sukajaya Mascik S Sos mengatakan memang saat ini TPS masih minim sekali. Adanya TPS liar menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dihindari. Seperti salah satu TPS liar di kuburan Cina yang beberapa waktu lalu sempat menggunung. Sebab di TPA ditutup sementara waktu akibatnya sampah tersebut tidak di ambil. Tapi saat ini TPS liar di kuburan Cina daerah Sukawinatan sudah dipagar sehingga warga tidak dapat lagi membuang sampah disana.
“Pagar ini dibangun oleh persatuan perkuburan Thionghoa. Semoga saja setelah dipagar tidak ada lagi yang membuang sampah disini,” harapnya.
Mengenai TPS yang resmi ia megaku kesulitan meminta warga untuk menyediakan lahan. Sebab hampir rata-rata warga merupakan orang mampu sehingga tidak mau tanahnya diletakkan bak sampah.
“Satu hal kami memerlukan TPS tapi hal lainnya warga tidak bersedia tanahnya dipakai. Semoga kedepannya ada anggaran dari pemerintah untuk membeli lahan sehingga bisa dipakai buat TPS,” jelas dia.
Editor : Anang














